Rabu, 27 Februari 2008

Alexander the great bukanlah Iskandar Zulkarnaen

Alexander the great bukanlah Iskandar Zulkarnaen

"Cyrus the Great" first Achaemenian Emperor of Persia( 580-529 SM )
"Alexander the great" king of Macedonia (336-323 SM )

Cyrus II adalah keturunan generasi kelima Achaemenes dan merupakan seorang pangeran muda Fars (Bahasa latinnya Peris berasal dari "parsee" dan akar kata Persian), meruntuhkann Medes pada tahun 550 SM dan mendirikan dinasti Achaemenid ( 550 330 SM ). Beliau berhasil menaklukan seluruh wilayah Asia mulai dari batas India hingga Yunani. Kerajaannya terbentang dari India melewati Mesopotamia (Irak) hingga Syria kanaan. Beliau berhasil mempersatukan rakyat di wilayahnya dengan aturan yang dibuatnya, meski mereka memiliki budaya budaya yang berbeda, kepercayaan berbeda dan berbicara dengan bahasa yang berbeda pula. Beliau juga menerima adat istiadat yang muncul dan menghormati kebudayaan daerah serta menghargai semua dewa dewa dari rakyat yang berada di wilayah kerajaannya.

Al-Qur'an Suci ( Surah Al Kahfi, ayat 84 99 ) menyebutkan bahwa Zulkarnaen adalah seorang hamba Allah yang saleh dan diberkati dengan wahyu wahyu. Beliau digambarkan sebagai seorang penakluk, seorang pemimpin yang baik dan adil dan disebutkan pula bahwa beliau memperlakukan negara negara di bawah kekuasaannya dengan baik dan penuh pertolongan. Dan terakhir disebutkan bahwa beliau tiba di suatu daerah pertengahan dimana orang orang tak beradab dan Gog dan Magog melakukan kekacauan. Bible setuju dengan semua fakta itu pula secara khusus disebutkan dalam Al Quran tentang Zulkarnaen dan hal hal tersebut menunjuk kepada Raja Cyrus. Maka tak lain dan tak bukan Cyrus II menurut Al Quran adalah Zulkarnaen.

Sepeninggal Cyrus II, ekspedisi ekspedisi militernya dilanjutkan oleh putranya Cambyses II (529 522 SM) dan keturunan-keturunan penerusnya adalah Darius (522-486 SM), Xerxes (486-465 SM), Artaxerses (465-425 SM). Namun pada masa kekuasaan Artaxerses meski berlangsung selama 50 tahun, namun revolusi-revolusi banyak muncul di Mesir dan daerah-daerah taklukan lainnya dan pula terjadi peperangan dengan negara-negara di Yunani yang muncul dan berhenti selama kurun waktu yang panjang. Akibatnya secara perlahan terjadi kehancuran di dalam kerajaan Achaemenid. Pada saat penobatan Artaxerses III (359-338 SM) ke kursi kerajaan, batas-batas kerajaan terdekat yang telah didirikan hanya bisa bertahan sementara. Pada masa pemerintahan Darius III Kerajaan ini akhirnya runtuh di tangan Alexander (336-331 SM), setelah melewati peperangan yang menentukan antara mereka di timur Sungai Tigris di Padang Karbela. Darius dipaksa untuk melarikan diri dan akhirnya terbunuh. Angkatan perangnya diistirahatkan ke timur dan mereka membiarkan saja ketika Alexander Agung menjadi penguasa Asia.

Cyrus was the first Achaemenian Emperor of Persia, who issued a decree on his aims and policies, later hailed as his charter of the rights of nations. Inscribed on a clay cylinder, this is known to be the first declaration of Human Rights, and is now kept at the British Museum. A replica of this is also at the United Nations in New York.
(http://oznet.net/cyrus/cyframe.htm - history of persia)

dari penggalan kalimat diatas jelas memaparkan bahwa cyrus memiliki ahlak yang mulia sebagai pelopor hak asasi manusia untuk pertama kalinya.

Alexander and the tomb of Cyrus

In January or February 324, Alexander reached the old religious capital of Persia, Pasargadae. Here, he visited the tomb of CYRUS THE GREAT, the founder of the Achaemenid empire, who had lived two centuries before. The Greek author Arrian of Nicomedia describes the events in section 29.1-11 of his Anabasis.

There was an inscription on the tomb in Persian, signifying:

O man, I am Cyrus son of Cambyses, who founded the empire of Persia and ruled over Asia. Do not grudge me my monument.

Alexander had always intended, after his conquest of Persia, to visit the tomb of Cyrus. (http://www.livius.org)

Salah kaprah dgn Alexander The Great dimulai ketika Alexander menaklukan Mesir dan mendirikan kota Alexandria kemudian memerintahkan utk mencetak koin bergambar wajah Alexander.

Ada sumber2 yg menyebutkan bahwa legenda dan kisah Iskandar Dhulqarnaim tidak hanya mengacu kepada satu orang, tetapi menceritakan kebesaran raja2 Persia monotheis dari dinasty Cyrus.

Yang jelas Cyrus II ( The Great ) inilah yg menjadi tokoh sentralnya krn beliau adalah penakluk Babylonia dan yg pertama mendirikan kerajaan Persia Raya.

Alexander the Great dari Macedonia adalah orang yg mengakhiri pemerintahan dinasty Persia Monotheis - Kerajaan Persia yg ada dimasa lahirnya Islam adalah peninggalan dari pecahan kerajaan Alexander The Great ( Seleucid ) yg mengadopsi kepercayaan Polytheisme Yunani kuno

Jadi jelas antara Iskandar zulkarnain dan Alexander agung adalah 2 sosok yang berbeda. Seperti yang diyakini penduduk iran, Cyrus the great lah yg memiliki ciri2 sebagai Iskandar zulkarnain sebenarnya.. sesuai dengan ciri2 yg ada dalam Al-Quran yg menjelaskan bahwa Zulkarnain ( 2 tanduk - kekuasaan dari timur dan barat ) memiliki akhlak yang mulia dan menyembah TUHAN YANG MAHA ESA.

SUBHANALLAH

19 komentar:

  1. yang disebutkan dalam al qur`an bukan berarti mereka kaum monotheisme.

    saya lupa ayat al qur`an yang membenarkan para kaum tabi`iin yaitu kaum yang menyembah matahari atau bintang sebelum turunnya islam.

    jadi menurut saya tanpa penjelasan rinci disini..alexander adalah iskandar the great bukan cyrus sang penyembah api.

    BalasHapus
  2. saya setuju. iskandar dzulqarnain adalah kaum tabi`iin. Iskandar dzulkarnaen adalah Alexander the great, dimana justru digambarkan oleh kaum barat sebagai orang yang kejam bahkan homoseks. justru fakta sebaliknya.

    Sementara bangsa persia sebelum masa islam adalah bangsa penyembah api. Ada indikasi yang sifatnya cauvinis atau rasis jika lebih menunjuk iskandar itu bangsa persia daripada bangsa macedonia.

    BalasHapus
  3. cyrus agung = koresy (bible) yang membebaskan bangsa sesama monotheis dan membangun kembali bayt Tuhan yang dibangun Sulaiman setelah dihancurkan pada saat pendudukan babylon di yerussalem
    sekian

    BalasHapus
  4. koreksi untuk teman anonim #1 dan #2
    Cyrus penganut nabi Zorroaster yang mengajarkan Tuhan =1
    baca wikipedia tentang sejarah persia
    makasih

    BalasHapus
  5. untuk menambah pemahaman mengenai siapakah Zulqarnai Qur'anik, coba baca buku baru bertajuk
    "ALEXANDER ADALAH ZULQARNAIN" terbitan PTS Islamika, Kuala Lumpur (Mac, 2010).
    Dalam buku ini dijelaskan secara ilmiah bahwa Alexander the Great adalah sosok Zulqarnain Qur'anik.

    BalasHapus
  6. Sebenarnya utk mengetahui siapakah Zulqarnain, maka terlebih dahulu perlu dikaji dulu siapakah bangsa Yakjuj & Makjuj itu, lokasi kediaman mereka, sejarah keluarnya mereka. Setelah Yakjuj Makjuj ini dapat diketahui maka langkah selanjutnya akan sangat mudah menemukan Zulqarnain Quranik. Mengapa? karena di dalam Qur'an, kisah Zulqarnain ini digandengkan dengan kisah Yakjuj Makjuj, Dimana Zulqarnain adalah raja yang berjaya membina tembok besi berlapis tembaga utk menghalangi keluarnya yakjuj & makjuj.
    Sebagai informasi, sekarang (Mei, 2010) telah terbit buku bagus berjudul "JEJAK YAKJUJ & MAKJUJ DALAM INSKRIPSI YAHUDI" karya Wisnu Sasongko, oleh penerbit Hikmah-Mizan. Dalam buku ini disebutkan bahwa Yakjuj Makjuj adalah bangsa Scythian yang hidup di padang rumput Eurasia, yaitu padang sumput yang membentang dari Eropa timur hingga Mongolia.
    coba lihat: http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=buku_full&id=8146

    BalasHapus
  7. jika Yakjuj Makjuj adalah bangsa Scythian berarti Yakjuj Makjuj adalah YAHUDI karena SCYTHIAN IDENTIFIED WITH ISRAEL

    Leluhur Scythian mengidentifikasi nenek moyang ini Scythian dengan suku-suku Israel yang hilang.

    http://www.ensignmessage.com/archives/scythian.html

    SCYTHIAN LELUHUR KAMI Diidentifikasikan dengan ISRAEL

    BalasHapus
  8. Sejarawan menerima bahwa kebanyakan dari nenek moyang demokrasi Barat hari ini pernah hidup sebagai suku-suku nomaden roaming dataran padang rumput yang luas kuno dikenal sebagai Eurasia stepa.

    Satu kelompok tertentu bangsa ini migrasi, diidentifikasi sebagai Scythians oleh orang Yunani, tiba-tiba muncul di padang rumput Eurasia sekitar waktu yang sama dari 10 suku Israel menghilang dari sejarah.

    Is there a connection?

    sumber
    http://www.beyondtoday.tv/booklets/US/scythians.asp

    BalasHapus
  9. dalam buku "Jejak Yakjuj & Makjuj dalam Inskripsi Yahudi" halaman 408, memang disebutkan bahwa menurut sarjana barat dan sarjana israel sendiri yg mengatakan bahwa bangsa Scythian/Saxon/Sacha adalah keturunan dari Israel sebagaimana disebutkan oleh Hanok ben Galutyah (2007) dalam artikel "the republic of sacha, ancient israelite residu";
    begitu juga dalam hlaman 409 disebutkan bahwa "orange street congregational church" menyebutkan kredo mereka bahwa bangsa scythian atau saca, sacae adalah 10 suku yg hilang dari bani israel. dan kemudian mereka ini dianggap sebagai nenek moyang bangsa eropa dan amerika.

    BalasHapus
  10. ada yang tau link download referensi buku tentang iskandar zulkarnaen or yakjuj makjuj....?

    makasih

    BalasHapus
  11. dzhul qarnain was alexander the great from macedonia.alexander adalah raja makedonia dari macedonia. alexander bukan homosexual.

    raja kurush(cyrus) adalah raja parsi dari persia(iran).


    alexander membina tembok besi di kawasan pergunungan kaukasus(caucasus mountains) untuk menahan puak yakjuk makjuk(scythian/skyfiya/saka/scyths).

    Scythians adalah orang indo-european,sama seperti Parthians,Indo-Iranians dan bangsa-bangsa indo-european yang lain.

    Mana boleh yahudi jadi scythians? Yahudi adalah orang semitik.

    BalasHapus
  12. Bukankah yang dinamakan Ya'juj-Ma'juj / Gog-Magog itu adalah ras-kuning dari keturunan Yafits anak dari Nuh A.S?

    [Hira Muzakki].

    BalasHapus
  13. dzulkarnain adalah berasal dari dua suku kata yaitu dzu dan alkarnain. di alquran dzulkarnain membanngun tembok utk menghadang serangan yakjuj dan makjuj.

    Yang pertama kali membangun tembok china adalah dinasti dzu utk menghadang serangan dua suku nomaden yaitu manchu dan mongol. dinasti dzu punya gelar dua tanduk karena pusat kerajaannya ada di barat dan timur.

    sedangkan Cyrus itu penyembah api beragama zoroaster.

    lebih jelasnya silahkan baca buku saya "ALLAH pun Taubat" bab rahasia zulkarnain, jepang dan china dalam alquran. baca resensinya di blog saya www.masfarid.blogspot.com

    BalasHapus
  14. berarti alexander the great & zulkarnain adalah 2 tokoh berbeda.
    memang mungkin ada benarnya karena muslim adalah pecinta damai,bukan perampok

    BalasHapus
  15. menurut saya, iskandar zulkarnain bukan alexander the great karena alexander the great adalah seorang paganis dan di dalam al-qur'an disebutkan bahwa iskandar zulkarnain adalah hamba Allah yang saleh, sedangkan alexander the great malah bersekongkol dengan ibunya untuk membunuh ayahnya raja philip 2..kalu dilihat dari bible dan mengacu konteks sejarah dan berdasarkan deskripsi alquran, iskandar zulkarnain adalah cyrus

    BalasHapus
  16. ASSALAMUALAIKUM

    MAAF, SYA INGIN TAHU DIMANAKAH LETAK SEBENARNYA DARI THE GREAT WALL DEFENSE,PENGUNCI KAUM YAKJUJ DAN MAKJUJ BERADA?

    DI NEGARA MANA YA,,,,,,,,,,

    BalasHapus
  17. alexander the great mungkin iskandar zulkarnaen..tapi di dalem film diplesetin ..karena yg membuat film kan orang kafir ^^

    BalasHapus
  18. KALI pertama memandang buku ALEXANDER ADALAH ZULQARNAIN tulisan Muhammad Alexander (Wisnu Sasongko), seakan-akan sudah mendapatkan jawapan pada pertanyaan:

    "Siapakah Zulqarnain yang disebut dalam Al-Quran, surah Al-Kahfi, ayat-ayat 83-98?"

    Bagaimanapun, rasanya begitu berat hendak membacanya sehingga habis kerana buku ini mengandungi 730 halaman, tidak termasuk bahagian pendahuluan.

    Namun begitu, sejurus saya mula membaca dan membelek-belek buku ini, keinginan untuk mendapatkan jawapan pada pelbagai persoalan terus berlegar di fikiran.

    Terdapat beberapa keistimewaan yang ada, yang mendorong saya membaca buku ini sehingga ke penghujungnya.

    Buku ini juga mudah difahami isinya kerana ada ringkasan dalam bab pendahuluan.

    Ia pula terbahagi pada 15 bab dengan nota dan keterangan serta senarai rujukan tersisip di akhir bab tersebut sebagai kajian lanjutan.

    Itulah antara keistimewaan buku ini yang padat dengan peta dan kronologi sejarah, berdasarkan manuskrip dan pandangan orang Barat.

    Dan kerana Zulqarnain disebut dalam Al-Quran, maka terdapat ulasan para ulama Islam dan ahli tafsir, mengenai siapakah Zulqarnain.

    Diterangkan dalam buku ini bahawa Zulqarnain ada hubungan ilmu dengan Luqman Al-Hakim, yang sebenarnya adalah Socrates.

    Bab satu dan dua mengandungi tafsiran dan fahaman para ahli tafsir dan juga sejarawan Barat mengenai Zulqarnain dan The Great Alexander.

    Bab tiga dan empat mengandungi sejarah para penguasa dunia dan raja-raja yang melawan Yakjuj Makjuj.

    Bab lima hingga tujuh pula menyentuh tentang Oasis monotisme dalam gurun paganisme Yunani, perihal Yunani melawan Parsi dan juga ziarah Alexander ke Baitulmakdis.

    Bab lapan menyingkap pengembaraan Alexander ke arah barat (Al-Kahfi: 83-88) manakala bab sembilan hingga 12 menceritakan tentang pengembaraannya ke arah timur, pertemuannya dengan bangsa Yakjuj Makjuj, proses membina kota Alexanderia Eschate dan tembok besi (Al-Kahfi: 89-98).

    Konflik dalaman Alexander dengan penganut paganisme dan jawapan terhadap tuduhan para ilmuan Barat bahawa Zulqarnain bukan Alexander menjadi teras dua bab selanjutnya.

    Penulis buku, Wisnu Sasongko, adalah pensyarah dan pengkaji di Universiti Brawijaya, Malang, Indonesia.

    Karya ini adalah antara buku paling laris yang pernah beliau hasilkan dengan penjualan lebih 10,000 naskhah dalam sebulan pertama ia diterbitkan sekitar Mac 2010.

    Al-Quran tidak memastikan bahawa Zulqarnain adalah The Great Alexander, namun dari segi fakta sejarah dan penyelidikannya maka keputusan penulis mengatakan bahawa Zulqarnain adalah The Great Alexander.

    BalasHapus
  19. KALI pertama memandang buku ini, seakan-akan sudah mendapatkan jawapan pada pertanyaan:

    "Siapakah Zulqarnain yang disebut dalam Al-Quran, surah Al-Kahfi, ayat-ayat 83-98?"

    Bagaimanapun, rasanya begitu berat hendak membacanya sehingga habis kerana buku ini mengandungi 730 halaman, tidak termasuk bahagian pendahuluan.

    Namun begitu, sejurus saya mula membaca dan membelek-belek buku ini, keinginan untuk mendapatkan jawapan pada pelbagai persoalan terus berlegar di fikiran.

    Terdapat beberapa keistimewaan yang ada, yang mendorong saya membaca buku ini sehingga ke penghujungnya.

    Buku ini juga mudah difahami isinya kerana ada ringkasan dalam bab pendahuluan.

    Ia pula terbahagi pada 15 bab dengan nota dan keterangan serta senarai rujukan tersisip di akhir bab tersebut sebagai kajian lanjutan.

    Itulah antara keistimewaan buku ini yang padat dengan peta dan kronologi sejarah, berdasarkan manuskrip dan pandangan orang Barat.

    Dan kerana Zulqarnain disebut dalam Al-Quran, maka terdapat ulasan para ulama Islam dan ahli tafsir, mengenai siapakah Zulqarnain.

    Diterangkan dalam buku ini bahawa Zulqarnain ada hubungan ilmu dengan Luqman Al-Hakim, yang sebenarnya adalah Socrates.

    Bab satu dan dua mengandungi tafsiran dan fahaman para ahli tafsir dan juga sejarawan Barat mengenai Zulqarnain dan The Great Alexander.

    Bab tiga dan empat mengandungi sejarah para penguasa dunia dan raja-raja yang melawan Yakjuj Makjuj.

    Bab lima hingga tujuh pula menyentuh tentang Oasis monotisme dalam gurun paganisme Yunani, perihal Yunani melawan Parsi dan juga ziarah Alexander ke Baitulmakdis.

    Bab lapan menyingkap pengembaraan Alexander ke arah barat (Al-Kahfi: 83-88) manakala bab sembilan hingga 12 menceritakan tentang pengembaraannya ke arah timur, pertemuannya dengan bangsa Yakjuj Makjuj, proses membina kota Alexanderia Eschate dan tembok besi (Al-Kahfi: 89-98).

    Konflik dalaman Alexander dengan penganut paganisme dan jawapan terhadap tuduhan para ilmuan Barat bahawa Zulqarnain bukan Alexander menjadi teras dua bab selanjutnya.

    Penulis buku, Wisnu Sasongko, adalah pensyarah dan pengkaji di Universiti Brawijaya, Malang, Indonesia.

    Karya ini adalah antara buku paling laris yang pernah beliau hasilkan dengan penjualan lebih 10,000 naskhah dalam sebulan pertama ia diterbitkan sekitar Mac 2010.

    Al-Quran tidak memastikan bahawa Zulqarnain adalah The Great Alexander, namun dari segi fakta sejarah dan penyelidikannya maka keputusan penulis mengatakan bahawa Zulqarnain adalah The Great Alexander.

    BalasHapus

Daftar Blog Saya