Rabu, 27 Februari 2008

Dzulqarnain dalam Surah Al Kahfi adalah Raja Cyrus II

Dzulqarnain dalam Surah Al Kahfi adalah Raja Cyrus II

Assalamu'alaikum wr.wb.

Allahu Laa illaha illallah. Huwa-rahmaanur-rahiim.Al Malikul Quddusu-ssalaamul mu`minul muhaiminul aziizul jabbar Menurut kami yang namannya Dzulqarnain didalam Surah Al Kahfi adalah raja Koresh (Kurush) atau juga dikenal dengan Cyrus II raja Persia, dengan alasan sebagai berikut :

1. Kata Dzulqarnain yang berbentuk kiasan "mempunyai dua kekuasaan atau kerajaan" atau "dua tanduk" artinya seorang penguasa atau raja yang memiliki atau terbentuk dari 2 kerajaan. Dalam sejarah kita mengetahui bahwa Kerajaan Koresh (Persia) dibentuk dengan menyatukan 2 kerajaan sebelumnya yaitu kerajaan Media dan Anshan pada tahun 549 SM.

2. Dalam Kitab Daniel pada Perjanjian lama disebutkan perumpamaan "Domba" bertanduk 2 yang menanduk ke barat dan timur. Nabi Daniel dengan jelas menyebutkan itu adalah raja Persia yang terbentuk dari Media dan Anshan.

"Vision" dari Nabi Daniel ttg biri-biri jantan bertanduk dua, yang sebelah tanduknya lebih tinggi yang datang belakangan, mengisyaratakan tanduk yang lebih rendah yaitu Media dan tanduk yang lebih tinggi yaitu Parsi yang belakangan menjadi Imperium Paarsi. Dalam sejarah tokoh yang mendirikan Kerajaan Media dan Parsi yang kemudian menjadi Imperium Parsi tersebut adalah Cyrus the Great (600 - 529) SM, mendirikan Imprium Parsi (550) SM, dan memerintah (550 - 529) SM. Jadi "Vision" dari Nabi Daniel itu mengisyaratkan bahwa Dzulqarnain adalah Cyrus the Great

3. Dzulqarnain adalah orang beriman pada Allah, tidak mungkin menyembah Dewa-dewa seperti halnya Alexander (Iskandar), menurut buku yang pernah kami baca memang Koresh adalah seorang raja Muslim yang mengikuti agama Tauhid yang dibawa oleh seorang nabi Persia Zaratushtra yang sekarang agamanya menyimpang disebut dengan Zoroaster.

Cyrus the Great penganut yang taat dari agama Zarathustra. Di sekolah-sekolah diajarkan bahwa agama Zarathustra menyembah Dua Tuhan, yaitu Tuhan Terang Ahura Mazda (ormuzd) dan Tuhan Gelap, Angra Manyu (Ahriman). Namun dewasa ini ada aliran agama Zarathustra di Amerika yang bersemboyan: "Kembali ke Gatha", mereka ini berkeyakinan Zarathustra tidak mengajarkan dua tuhan, melainkan Zarathustra mengajarkan Satu Tuhan, yaitu Ahura Mazda menciptakan Angra Manyu, seperti Allah menciptakan iblis dalam agama Yahudi, Nashrani dan Islam.

Ini mengisyaratkan bahwa Cyrus the Great bukanlah penyembah berhala atau dewa-dewa, melainkan beragama Tauhid, sehingga itulah sebabnya maka pada (538) SM Bani Israil semuanya dikembalikan ke Yeruzalem oleh Cyrus the Great. Gatha telah dibakar habis tatkala Alexander the Great menduduki Percepolis, sehingga Gatha hanya berupa rekaman ingatan dari para pendeta agama Zarathustra. Alexander memperoleh gelar dari para pendeta agama Zarathustra, yaitu "yang terkutuk".

Alexander the Great dari Macedonia adalah orang yg mengakhiri pemerintahan dinasty Persia Monotheis - Kerajaan Persia yg ada dimasa lahirnya Islam adalah peninggalan dari pecahan kerajaan Alexander The Great ( Seleucid ) yg mengadopsi kepercayaan Polytheisme Yunani kuno

4. Berkaitan dengan kisah Ya`juj dan Ma`juj (Gog and Magog), Dzulqarnain disebutkan menyerbu ke barat tempat matahari terbenam. Dalam sejarah diketahui memang raja Koresh menyerbu ke barat tepatnya kerajaan Lydia di Turki paling barat sekarang dimana sang raja (Croesus) diampuni dan tidak dibunuhnya ! ini terjadi pada tahun 547-546 SM. Kemudian disebutkan menyerbu ke timur yaitu tempat matahari terbit. Dalam sejarah dengan mudah diketahui bahwa yang dimaksud adalah bangsa India! yang memang ia taklukkan pada 546-545 SM. Kemudian disebutkan kewilayah diantara gunung-gunung dimana terdapat bangsa pengacau Ya`juj wa Ma`juj. Dalam sejarah yang kami ketahui memang raja Koresh menyerbu wilayah Armenia dikaki pegunungan Kaukasus pada 537 SM (setelah penaklukan Babylonia pada 539 SM). Kita mengetahui bahwa ia membangun tembok dari campuran besi dan tembaga yang diperkirakan berada dekat kota Derbent sekarang, ternyata bahwa Alexander the Great tidak pernah menguasai peg. Kaukasus !!

Encyclopedia Columbia edisi ke-6, mencatat bahwa Derbent ditemukan pada tahun 438 oleh bangsa Persia sebagai pertahanan yang strategis di Pintu Besi. Benteng tersebut masih ada clan diberi nama Tembok Kaukasia (Caucasian Wall) juga disebut Tembok Alexander. Dibangun oleh bangsa Persia (yang menemukannya) pada abad ke-6, untuk menahan serangan pendatang-pendatang dari daerah Utara.

5. Kita juga mengetahui bahwa Koresh dengan baik hati mempersilahkan bangsa Yahudi kembali ke tanah Palestina setelah terusir oleh bangsa Babil Khaldea sejak 586 SM, bahwa jarang sekali ada raja sebaik ini dalam sejarah. Hal ini menunjukkan tingkat keimanannya.

- Cyrus II inilah yg membebaskan orang2 Yahudi yg diasingkan di Babylonia sejak invasi Nebuchadnezar dan mengembalikan orang2 Yahudi ke Yerusalem utk membangun Bait Suci ( Bet El Makdesh ) yg kedua kalinya.
- Pada masa pemerintahan Cyrus II inilah terjadi gelombang pertama kepulangan orang2 Yahudi dari Babylonia.
- Cyrus II terkenal krn pemerintahannya yg adil terhadap semua bangsa taklukannya.
- Cyrus II meneruskan tradisi sejak raja2 Babylonia yaitu membiarkan wilayah2 taklukannya diperintah oleh orang Lokal dan dilain pihak mereka merekrut orang2 pilihan dari setiap wilayah taklukannya untuk menjadi pajabat di Istana Raja.

Cyrus II juga dikenal dgn gelar " Cyrus The Great "

Berikut relief mengenai raja agung Persia kuno itu:

Cyrus The Great

6. Kembali pada kronologis penaklukannya dalam surah Al Kahfi, disebutkan ke barat, timur dan ke pegunungan, dimana hal ini telah dilakukan Koresh. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh Alexander the Great yang asalnya dari barat !!

7. Alexander the Great sebenarnya tidak sehebat itu, bukankah karena yang berkuasa didunia ini adalah orang-orang Eropa (barat) yang dengan subyektif menetapkan orang Eropa sebagai yang paling hebat. Sebenarnya yang berhak disebut the Great adalah raja Koresh karena ia dengan susah payah menaklukkan wilayah luas dari Turki (bahkan penerusnya Darius I sampai ke Eropa) di barat sampai ke India di timur. Alexander the Great tinggal menerima enaknya saja dengan mengalahkan satu raja Persia (Darius III) pada 330 SM maka ia menguasai semua provinsi milik Persia !!! (wilayah Mesir telah ditaklukkan Persia tahun 525 SM, Baylon ('Iraq) pada 539 SM !!)

8. Seperti diketahui fokus lokasi para nabi adalah sekitar timur tengah. Adalah logis menetapkan Dzulqarnain sebagai orang Persia yang dekat jazirah Arab daripada negeri Makedonia nya Alexander the Great di Eropa !!

9. Bisa jadi kata-kata Arab suku Quraisy diambil dari nama raja Persia Koresh yang memang "the Great" ,"Agung" , "Magnus" dalam arti sebenarnya yang dekat dengan wilayah Arab. Bukankah nama aslinya Fihr bergelar "Quraisy"

Makam Cyrus II ( The Great ) / Iskandar Dhulqarnaim di Iran

Makam Cyrus II

Sebagai penganut monotheisme, tidak ada lambang/patung atau gambaran berhala / dewa2 dalam makamnya yg polos dan sederhana - utk ukuran seorang raja besar dalam sejarah.

Wallahu a'lamu bisshawab.

3 komentar:

  1. Assalamualaikum....

    Ikut urun rembuk .... barangkali bermanfaat menambah wawasan aja,
    Memang sebagian besar pendapat tentang Dzulqornain mengerucut pada dua nama yaitu: Alexander the Great (336–323 BC) dan Cyrus the Great (lahir 576 BC), berdasarkan berbagai kemiripan riwayat kekuasaannya.
    Dua orang raja tersebut emang hebat ruarr biasa...Nevertheless... buat umat muslim, untuk mengetahui siapa sih Dzulqornain yang dimaksudkan dalam Alquran, ada baiknya melihat hadits yang menjelaskannya, bisa jadi hadits menjadi kunci untuk mengenali Bung Dzulqornain yang dimaksud Al Quran ini.

    1. Ada cuplikan hadits sbb:
    a. Diriwayatkan oleh Al-Fahiki dari jalan ‘Ubaid bin ‘Umair bahwa Dzulqarnain menunaikan haji dengan berjalan kaki. Hal ini kemudian didengah oleh Ibrahim Alaihissalam sehingga beliau menemuinya.
    b. Juga diriwayatkan dari jalan ‘Atha dari Ibnu Abbas bahwasanya Dzulqarnain masuk ke Masjidil Haram lalu mengucapkan salam kepada Nabi Ibrahim.
    c. Juga dari Utsman bin Saj bahwasanya Dzulqarnain meminta kepada Nabi Ibrahim untuk mendoakannya. Nabi Ibrahim lalu menjawab: “Bagaimana mungkin, sedangkan kalian telah merusak sumurku?” Dzulqarnain berkata: “Itu terjadi di luar perintahku.” Maksudnya, sebagian pasukannya melakukannya tanpa sepengetahuannya.
    d. Ibnu Hisyam menyebutkan dalam At-Tijan bahwa Nabi Ibrahim berhukum kepada Dzulqarnain pada suatu perkara, maka dia pun menghukumi perkara itu.

    Jadi........Jika hadits yang menjelaskan bahwa Dzulqornain itu sezaman dengan Nabi Ibrahim A.S. adalah hadits Shahih atau minimal Hasan maka bagi muslim sangat kuat landasan untuk mengatakan bahwa Cyrus dan Alexander bukanlah Dzulqornain……..tidak peduli semirip apapun ciri-ciri kehidupan mereka dengan kisah Dzulqornain dalam Al quran al karim .....waw....

    Jadi Siapa Dong Dzulqornain ini, coba baca terus tulisan ini:

    2. Siapa raja-raja di zaman Nabi Ibrahim A.S. ?
    Menurut perkiraan para sejarawan dan penanggalan kisah israiliyat, Nabi Ibrahim A.S. hidup pada kurun abad ke 18 SM (1812 BCE hingga 1637 BCE), dan pada saat tersebut peradaban Babylonia-lah yang sedang bersinar di dunia ini.
    Sebelum periode abad 18 BCE tepatnya sekitar kurun 2300 SM, sejarah mencatat Dinasti raja-raja Akkadia-Summeria (di sekitar Baghdad/mesopotamia) yang didirikan Sargon adalah dinasti yang sangat berkuasa…..karenanya ada beberapa yang menghubungkan dinasti tersebut sebagai Nimrod dalam injil atau Namrudz menurut Islam…
    Selanjutnya, mendekati zaman yang (menurut saya) sangat dekat dengan Nabi Ibrahim (sekitar 1812 - 1637 BCE), kekuasaan di daerah Semitic (sekitar Eufrat dan Tigris)) telah bergeser ke Imperium Babylonia dengan rajanya yang terkenal Hammurabi (1795 – 1750 BCE) dari bangsa Amorite.
    Nah…..Hammurabi ini mungkin raja besar yang sezaman dengan Nabiyullah Ibrahim A.S

    3. Ada apa di zaman Hammurabi?
    Saya tidak berani menyimpulkan apakah Sang- Hammurabi ini mungkin sebagai Dzulqornain dalam Al-Quran, mengingat fakta sejarawan tentang Aqidah Hammurabi kurang mendukung, namun dialah yang sezaman (kira-kira) dengan Nabi Ibrahim dan memilki beberapa catatan berikut ini, simak saja:
    a. Kekuasaan Hammurabi tergolong luas untuk ukuran zamannya, dari mulai daerah turki hingga ke (kalo tidak salah) wilayah Elamite di barat daya iran.
    b. Pada zaman Hammurabi terdapat banyak pencapaian di bidang pertanian, teknik, dll. di bangsa babylonia.
    c. Pada zamannya ditegakkan hukum yang dicantumkan dalam sebuah codex (sekarang dikenal sebagai codex hammurabi) yang memuat hukum-hukum kemasyarakatan dan menjadi inspirasi bagi banyak hukum setelahnya. Hammurabi digambarkan tidak membuat hukum itu tetapi menyampaikannya dari Tuhan (meski banyak yang menganggap ia masih menyembah shamash, Tuhannya orang Akkadia summeria yang berarti dewa matahari).
    Anyway……Codex Hammurabi berisi hukum yang ditegakan untuk seluruh masyarakat seperti:
    - Lex talionis (mata untuk mata, gigi untuk gigi) yang serupa dengan Qishas di Islam
    - Terdakawa diberi kesempatan untuk mengajukan bukti-bukti dan menjadi perintis prinsip “praduga tidak bersalah”
    - de..el..el yang banyak dan detail sekali
    Karena itu Hammurabi juga banyak menjadi ikon hukum dan pemerintahan hingga zaman sekarang.
    d. Pada zamannya peperangan di Timur dan Barat sebagai bagian dari penakukan banyak terjadi
    e. Penggunaan logam untuk membendung sungai juga telah dikenal, termasuk untuk mencegah penyerangan lewat sungai

    4. Hammurabi = Dzulqornain ????
    Mungkin ada yang menanggap ini pendapat gila…hehehehe....tapi berpendapat kan boleh…lagimin...... who knows (kepada yang merasa dirinya Dzulqornain silakan berdiri) ???

    Abu Fathi

    BalasHapus
  2. Story of Dzulqornain Based on Holy Quran – Compared With Story of Alexander The Great (Iskandar Zulkarnain)

    Is Alexander The Great truly Dzulqornain?

    dr. Monte Selvanus Luigi Kusuma



    Pendahuluan

    Sejarah adalah hal lampau yang banyak mengandung banyak pelajaran. Seperti kisah Dzulqornain dalam Al Quran yang sarat dengan pelajaran. Kita juga mengenal Alexander the Great –yang oleh sebagian orang- sering disebut Iskandar Zulkarnain. Lantaran mereka berkeyakinan bahwa Dzulqornain adalah Iskandar. Benarkah Dzulqornain yang tersebut dalam Al Quran adalah Alexander the Great (Iskandar Zulkarnain) sebagaimana anggapan orang-orang? Mari kita simak kisah mereka baik yang termaktub dalam Al Quran dan sumber sejarah masa lalu.


    Kisah Dzulqornain

    Al Quran berkisah:

    Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya." Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka diapun menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: "Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka. Berkata Dzulkarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami."


    Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah. dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.


    Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku ku tuangkan ke atas besi panas itu." Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.

    Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar."

    (QS Al Kahfi (18): 83-98)


    Dalam Al Quran dinyatakan dengan tegas bahwa Dzulqarnain adalah umat Muslim, menyembah Allah dan beriman kepada-Nya. Tentang tahun berapa kisah kehidupannya memang belum ada kepastian sejarah yang berhasil mengungkapkannya. Dari Al Quran kita juga mendapatkan gambaran bahwa kisah kehidupan Dzulqornain yang berkelana hingga di wilayah tempat matahari terbenam (…dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam…), dan di tempat itu penduduknya belum beriman kepada Allah. Kemudian Dzulqornain melanjutkan perjalanan hingga di wilayah tempat matahari terbit (di sebelah timur), dan tidak ada pulau lain yang menghalangi (…dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu…).


    Syekh Hamdi bin Hamzah Abu Zaid berijtihad : Dzulqornain berjalan menuju tempat matahari terbenam yaitu di perairan wilayah Kepulauan Maladewa, ia melihat matahari terbenam di dalam laut berlumpur hitam. Fakta yang ada adalah matahari seolah tenggelam dalam lautan yang berwarna hitam. Hal ini bisa dilihat dari geografis kepulauan Maladewa yang terbentuk dari lelehan larva gunung berapi yang membeku dan membentuk karang (atol). Atol ini berbentuk cincin dan dari bawah kadang masih keluar gas dan semburan gunung berapi di bawah laut, kejadian ini masih terjadi hingga sekarang. Mungkin inilah yang dilihat oleh Dzulqornain lautan berlumpur hitam. Dan tempat terbenamnya matahari tepat di tengah cincin atol kepulauan tersebut. Sehingga seakan-akan matahari tenggelam dalam lautan berlumpur hitam. Kemudian Dzulqornain meneruskan perjalanan dengan kapal menuju wilayah terbenam matahari yaitu di perairan kepulauan Kirbiti (sebelah timur pulau Irian Indonesia). Di daerah tersebut memang tidak ada pulau-pulau selanjutnya. Sejauh mata memandang ke arah timur hanya akan dijumpai Lautan Teduh (Samudra Pasifik). Dan kepulauan Kirbiti merupakan padang rumput yang luas hampir-hampir tidak dijumpai pegunungan atau perbukitan.


    Kemudian Dzulqornain melanjutkan perjalanan hingga di negara antara 2 gunung. Penduduk wilayah tersebut berbicara dengan bahasa yang nyaris tidak dimengerti oleh Dzulqornain. Dan mereka meminta kepada Dzulqornain untuk membuatkan tembok untuk mereka dari mencegah serangan Kaum Ya’juj dan Ma’juj. Dalam Al Quran kita dapati bahwa Kaum Ya’juj dan Ma’juj adalah kaum perusak. Namun dalam Al Quran sendiri tidak merinci keberadaan kaum tersebut, arti nama suku tersebut dan lain-lain. Dari permintaan pembuatan tembok oleh para penduduk tersebut dapat kita simpulkan bahwa kaum yang ditolong oleh Dzulqornain adalah kaum yang masih ‘terbelakang’ teknologinya. Sehingga mereka belum bisa membuat tembok yang kokoh yang dapat melindungi mereka dari gempuran kaum Ya’juj dan Ma’juj. Dan Dzulqornain berhasil membangun tembok beton dengan komposisi tanah liat, besi, juga tembaga. Tembok ini tidak bisa dipanjat maupun dilubangi oleh kaum Ya’juj dan Ma’juj. (…Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi." Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku ku tuangkan ke atas besi panas itu." Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya…).


    Ada hal menarik dari kata Ya’juj dan Ma’juj. Barangkali dari literatur bahasa Arab tidak akan kita jumpai arti kata Ya’juj dan Ma’juj. Namun begitu kita membuka kamus bahasa Cina Mandarin kita akan mendapati arti kata Ya’juj dan Ma’juj. Ya’juj berarti penduduk benua Asia, dan Ma’juj adalah penduduk benua berkuda. Apakah itu berarti Ya’juj dan Ma’juj merupakan salah satu suku di Asia yang pandai berkuda? Wallahua’lam.

    Sekarang yang menjadi perhatian kita adalah, apakah sampai saat ini tembok itu masih nyata adanya? Sebagian ulama berpendapat bahwa tembok itu sekarang ghaib namun masih ada. Terbukti bahwa bangsa Ya’juj dan Ma’juj belum binasa dan masih ada hingga saat ini dan kelak mereka akan menjadi salah satu tanda hari kiamat. Mari kita simak hadits Nabi: “Dinding Ya’juj dan Ma’juj akan terbuka, maka mereka akan menyerang semua manusia, sebagaimana firman Allah Ta’ala: ‘Dan mereka akan turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi.’ (QS Al Anbiyaa (21):96). Maka mereka akan menyerang manusia, sedangkan kaum Muslimin akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan benteng-benteng mereka, kemudian mereka mengambil binatang-binatang ternak bersama mereka. Sedangkan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) meminum semua air di bumi, sehingga apabila sebagian mereka melewati sebuah sungai maka merekapun meminumnya sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut maka meraka berkata: ‘Dulu di sini pernah ada air.’ Dan apabila tidak ada lagi manusia yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng, maka berkatalah salah seorang di antara mereka: ‘Mereka-mereka penduduk bumi sudah kita habisi, maka yang tertinggal adalah penduduk langit, kemudian salah seorang dari mereka melemparkan tombaknya ke langit dan tombak tersebut kembali dengan berlumuran darah yang menunjukkan suatu bala dan fitnah.Maka tatkala mereka sedang asyik berbuat demikian, Allah SWT mengutus ulat ke pundak mereka seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya, maka pada pagi harinya mereka pun mati dan tidak terdengar satu nafaspun. Setelah itu kaum Muslimin berkata: ‘Apakah ada seorang laki-laki yang mau menjual dirinya untuk kami (berani mati) untuk melihat apa yang sedang dikerjakan musuh kita ini?’ Maka majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan (menganggap) bahwa ia telah mati, kemudian ia menemui bahwa mereka telah mati dalam keadaan sebagian mereka di atas sebagian yang lain (berimpitan), maka laki-laki tadi menyeru: ‘Wahai kaum Muslimin, bergembiralah karena sesungguhnya Allah SWT sendiri telah membinasakan musuhmu.’ Maka mereka pun keluar dari kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke padang rumput kemudian padang rumput itu di[penuhi oleh daging-daging binatang ternak, maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh) seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong.


    Namun saya cenderung meyakini bahwa tembok Dzulqornain masih berdiri utuh hingga sekarang dan tidak ghaib. Pertanyaan berikutnya di manakah tembok itu berdiri? Dan kaum Ya’juj Ma’juj sekarang berada di mana? Sekali lagi belum ada fakta yang berhasil mengungkap rahasia ini. Saya cenderung sepakat dengan ijtihad Syekh Hamdi bin Hamzah Abu Zaid yang menyatakan bahwa satu-satunya tembok yang kokoh dan bertahan hingga ribuan tahun ini adalah Tembok Besar Cina, dan terbukti bahwa dengan tembok tersebut bangsa Cina telah berhasil menahan serangan dari luar. Dan melihat literatur bahasa Cina yang menyatakan bahwa Ya’juj Ma’juj berarti suku Asia yang pandai berkuda, boleh jadi wilayah yang mendapat pertolongan Dzulqornain adalah Cina Tengah khususnya wilayah Zheng Zhou. Wallahu a’lam.


    Kisah Iskandar Zulkarnain (Alexander The Great)

    Setelah kita menyimak perjalanan Dzulqornain, marilah kita bandingkan dengan sejarah kehidupan Alexander. Mudah-mudahan dari sedikit perbandingan ini kita bisa mengambil kesimpulan: Apakah Dzulqornain yang termaktub dalam Al Quran adalah Alexander seperti yang diklaim oleh orang-orang pada umumnya.

    Alexander adalah seorang pangeran dari kerajaan Macedonia. Dilahirkan di kota Pella, ibu kota Macedonia pada tahun 354 SM. Ayahnya bernama King Philip, di bawah kekuasaan ayahnya Alexander mendapat bimbingan kemiliteran secara ketat. Kemudian untuk pengajaran filsafat, kedokteran dan ilmu alam diserahkan sepenuhnya kepada Aristoteles.


    Alexander memulai perangnya yang pertama dengan penyerbuan ke Thracia, pada saat itu ia berusia 16 tahun. Kemudian bersama-sama ayahnya, Alexander melebarkan kekuasaan kerajaan mereka hingga seluruh wilayah Yunani. Melalui pertempuran Cheronea mereka berhasil menaklukkan Athena dan Thebe. Rencana penyerbuan berikutnya adalah negeri Persia. Pada saat itu Persia adalah imperium terbesar dunia dengan jumlah tentara lebih dari 1 juta personil. Namun sebelum King Philip melaksanakan rencananya, ia dibunuh oleh Pausanias. Dengan demikian Alexander diangkat menjadi raja baru di Macedonia pada tahun 336 SM, usianya 18 tahun saat itu. Setahun setelah pengangkatannya menjadi raja, Alexander meluaskan kekuasaannya hingga wilayah Danube, yaitu wilayah utara negeri Macedonia.


    Memasuki Persia

    Persia, imperium terbesar dunia, diperintah oleh King Darius, dengan jenderal utama Bessus. Persia menguasai kota-kota pelabuhan dan perdagangan penting di wilayah Asia. Saat itu hampir mustahil untuk mengalahkan Persia walaupun seluruh kekuatan Yunani bersatu.


    Alexander memasuki wilayah Persia melalui Hellespont yaitu kota Pelabuhan sebelum memasuki wilayah Troya. Alexander membawahi 30.000 prajurit dari Macedonia. Ketika Alexander memasuki wilayah Granicus, ia harus berhadapan dengan pasukan Persia di bawah pimpinan Jenderal Memnon yang membawa 40.000 prajurit. Alexander mencatat prestasi gemilang dalam pertempuran ini, tercatat tidak kurang 20.000 prajurit Persia terbunuh. Kemudian melalui peperangan demi peperangan wilayah Persia yang luas dapat dikuasai oleh Alexander. Namun Persia belum sepenuhnya ditaklukkan Alexander.

    Alexander meneruskan invasinya menuju Mesir dan melewati pertempuran Issus, Tyre dan Gaza. Penyebab pertempuran Tyre tidak lain karena penduduk Tyre menolak Alexander yang hendak mengunjungi kuil Apollo. Dalam penyerbuan itu Alexander membantai lebih dari 7000 penduduk dan menjual 30.000 lainnya sebagai budak. Dalam pertempuran Gaza, Alexander berhasil menawan gubernur Gaza. Kemudian Alexander menghukum mati gubernur Gaza dengan cara menyeret gubernur Gaza dengan kuda hingga menemui ajalnyua. Setelah kejadian ini, kota-kota lainnya menyerah dengan cepat. Memphis, ibu kota Mesir menyerah tanpa syarat, dan menjadikan Alexander sebagai salah satu dewa di Mesir.


    Dari Mesir, Alexander menyeberangi Efrat dan Tigris dan menuju ibukota Persia, yaitu Babilonia. Tahun 331 SM, Alexander dengan 70.000 pasukannya berhadapan dengan King Darius yang membawa pasukan 1 juta personil infantri, 200 kereta kuda, 40.000 kavaleri, dan 200 pasukan gajah. Dengan pasukannya yang terlatih Alexander berhasil memukul mundur Darius. Darius kehilangan 4000 kavaleri, 300.000 infantri, dan 115 pasukan gajah. Sedangkan Alexander harus kehilangan 20.000 pasukannya.


    Tahun 330 SM Alexander secara penuh menguasai Persia. King Darius meninggal dibunuh oleh jenderal utamanya yaitu Bessus. Kemudian Alexander menikahi putri Darius yang bernama Rokkane. Tahun 327 SM, Alexander memulai invasinya menuju India. Inilah peperangan paling sulit yang pernah dihadapi pasukan Alexander. Pasukan Alexander harus berhenti di Sungai Gangga, dan kembali ke barat. Dalam sejarah tercatat Alexander harus kehilangan ¾ pasukannya. Tahun 324 SM, sahabat terbaik Alexander yaitu Hephaiston meninggal. Dan setahun sesudahnya yaitu 323 SM, Alexander menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam usia 33 tahun.


    Komparasi Kisah Dzulqornain dangan Alexander The Great (Iskandar Zulkarnain)

    Pembanding


    Dzulqornain


    Alexander

    Agama


    Islam


    Penyembah banyak Dewa (politeisme). Memuja dewa Apollo, dan menganggap dirinya adalah titisan Dewa Zeus.

    Kisah hidup


    Menempuh perjalanan dari barat ke timur. Yaitu dari tempat terbenam matahari menuju tempat tenggelam matahari. Kemudian menuju daerah di antara 2 gunung.


    Menempuh jalan dari Macedonia, Yunani, Persia, Mesir, dan berhenti di India lantaran pasukan India sangat sulit dikalahkan.

    Akhlaq (pribadi)


    Sesuai akhlak seorang Muslim, yang beriman. Sekalipun dalam Al Quran tidak dijelaskan bahwa Dzulqornain melakukan peperangan, namun dari bantuannya kepada mereka yang lemah yang tertindas menunjukkan ketinggian akhlak mulia Dzulqornain.


    Hidupnya penuh ambisi untuk menguasai seluruh dunia ini dalam genggamannya. Alexander tidak mengenal ampun dalam membantai penduduk sipil, pasukan lawan, bahkan terhadap pasukannya sendiri yang berseberangan dengannya. Alexander tidak segan-segan membunuh siapa pun yang menentang keinginannya termasuk bawahannya jika menolak perintahnya. Seperti saat Alexander membunuh Parmenion dan Philotas, padahal kedua jenderal ini adalah orang kepercayaan ayahnya yaitu King Philip.

    Kisah pembangunan tembok


    Dzulqornain membangun tembok untuk pertahanan dari serangan Ya’juj dan Ma’juj.


    Semenjak usia 16 tahun Alexander berada dalam medan perang. Hampir seumur hidupnya Alexander berperang. Dalam sejarah tercatat bahwa Alexander tidak pernah sedikit pun membangun negerinya juga negeri-negeri yang telah ia taklukkan.


    Kesimpulan

    Setelah kita melihat perbandingan di atas, bisa kita tarik sebuah kesimpulan. Dzulqornain yang termaktub dalam Al Quran, bukanlah Alexander the Great sebagaimana yang selama ini dikisahkan. Wallahu’alam.



    Daftar Pustaka

    Al Quran

    Alexander The Great: Ancient Greece, National Geographic vol. 197, 2000.

    Alexander, Oliver Stone, Internedia Film, Warner Bros Pictures, 2004.

    Encarta Encyclopedia. 2005

    Hamdi bin Hamzah Abu Zaid, Syekh. 2004. Fakk ‘Asrar Dzi Al Qornain wa Ya’juj wa Ma’juj, Almahira Press, Riyadh.

    Warry, John. 1991. Alexander 334 BC-325 BC: Conquest of the Persian Empire, Osprey Publishing, Great Britain.

    www. wikipedia.com (June 2005)

    www.macedonia.com (June 2005)

    BalasHapus
  3. (Tembok Ya’juj & Ma’juj terbuka)

    “…Maka mereka… tidak dapat menebuknya…”; al-Kahfi:97

    Ayat menyatakan mereka tidak dapat “menebuk” tembok tersebut. Beribu-ribu tahun Allah swt memelihara tembok tersebut dan tiada yang mampu menebuk tembok kecuali apabila Allah swt mengizinkan Ya’juj & Ma’juj dilepaskan.

    Sebaliknya dan di dalam satu hadis, Nabi bangkit dari tidur [dalam satu riwayat yang lain, Nabi masuk ke rumah Zainab binti Jahsyi], lalu berkata, “Celakalah Arab kerana kejahatan telah hampir. Ya’juj dan Ma’juj telah menembusi tembok seluas ini.” Nabi mengisyaratkan lubang dengan menemukan ibu jari dan jari telunjuk.

    Apakah maksud hadis apabila dibaca bersama ayat 97 surah al-Kahfi yang menyatakan Ya’juj & Ma’juj “tidak dapat menebuknya”? Ini membuktikan Allah swt telah melepaskan mereka kerana fakta tembok berlubang membuktikan mereka telah berjaya menebuk tembok. Tembok tidak akan berlubang jika tidak boleh ditebuk!

    Tiada satu makhluk pun di seluruh alam ini mampu “menebuk” tembok kecuali dengan keizinan Allah swt, iaitu bermaksud jika Allah swt tidak mengizinkan Ya’juj dan Ma’juj dilepaskan. Oleh itu fakta tembok berlubang membuktikan Ya’juj & Ma’juj dilepaskan semasa zaman kehidupan Rasulullah saw di Madinah, iaitu selepas Allah swt menukarkan kiblah ke arah Kabbah.

    Bersambung di muslimvillage.wordpress.com/2009/07/10/gog/

    BalasHapus

Daftar Blog Saya